Pengembangan Sel Surya Tersensitisasi Pewarna (DSSC) dari Ekstrak Daun Mangkokan Banyumas
Pengembangan Sel Surya Tersensitisasi Pewarna (DSSC) dari Ekstrak Daun Mangkokan Banyumas
Purwokerto, LPPM UNSOED - Tim peneliti dari Pusat Penelitian Energi Baru dan Terbarukan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) berhasil melakukan terobosan baru dalam pengembangan teknologi Dye-Sensitized Solar Cells (DSSC) atau sel surya tersensitisasi pewarna organik.
Dalam penelitian terbarunya, tim memanfaatkan ekstrak daun mangkokan yang banyak tumbuh di wilayah Banyumas sebagai dye-sensitizer alami. Penggunaan pewarna alami ini ditujukan untuk mereduksi ongkos produksi sel surya silikon konvensional yang cenderung mahal serta kurang ramah lingkungan.
Ketua Pusat Penelitian Energi LPPM UNSOED menyatakan bahwa efisiensi konversi energi yang dihasilkan saat ini memang masih berada dalam kisaran laboratorium (sekitar 3-4%), namun memiliki stabilitas yang sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan menjadi panel surya skala perumahan murah.
Proyek penelitian ini didanai oleh Hibah Penelitian Unggulan UNSOED tahun anggaran 2026 dan diharapkan dapat dipublikasikan pada Jurnal Internasional bereputasi Q1 pada akhir tahun ini.